Anda masih ingat kan, topik yang saya ulas pada dua nomor yang lalu tentang Kiat Praktis Membuka Usaha? Nah, mudah-mudahan setelah membaca tulisan tersebut, Anda jadi termotivasi untuk mau menjalankan usaha. Iya dong, kenapa tidak? Usaha merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka menambah penghasilan. Iya kan?

Nah, kalau sekarang Anda berpikir: "Kira-kira menarik juga ya ide untuk membuka usaha. Oke, kalau sekarang saya memutuskan untuk membuka usaha, kira-kira apa saja hal-hal penting yang harus saya perhatikan? Saya kan Enggak MAU gagal dalam usaha saya....".



Dikutip dari Tabloid NOVA No. 831/XVI

Anda masih ingat kan, topik yang saya ulas pada dua nomor yang lalu tentang Kiat Praktis Membuka Usaha? Nah, mudah-mudahan setelah membaca tulisan tersebut, Anda jadi termotivasi untuk mau menjalankan usaha. Iya dong, kenapa tidak? Usaha merupakan salah satu cara yang bisa Anda lakukan dalam rangka menambah penghasilan. Iya kan?

Nah, kalau sekarang Anda berpikir: "Kira-kira menarik juga ya ide untuk membuka usaha. Oke, kalau sekarang saya memutuskan untuk membuka usaha, kira-kira apa saja hal-hal penting yang harus saya perhatikan? Saya kan Enggak MAU gagal dalam usaha saya....".

Saya jadi ingat ketika sekitar dua minggu yang lalu saya membaca sebuah tulisan dari seorang pengusaha terkenal di Indonesia. Dia mengatakan, "Kalau Anda membuka usaha, maka apa yang harus Anda lakukan adalah... lakukan saja." Saya pikir betul juga. Banyak diantara kita yang ketika akan membuka usaha, seringkali terbentur pada kegiatan-kegiatan yang sifatnya hitung menghitung seperti, "Apa kira-kira usaha saya ini bisa untung ya... Coba saya hitung dulu...".

Sebetulnya, menghitungnya sih enggak apa-apa. Tindakan survei yang Anda lakukan sebelum membuka usaha juga tidak apa-apa. Tapi sayangnya, seringkali banyak dari kita yang terlalu lama berkutat di masalah survei kelayakan usaha dan hitung menghitung sehingga kita jadi kehilangan emosi yang dibutuhkan dalam membuka usaha.

Saran saya, Ibu - Bapak, ketika Anda sudah berniat membuka usaha, tidak apa-apa bila Anda ingin mengadakan survei atau acara hitung-menghitung terlebih dahulu. Tapi, jangan sampai tindakan yang Anda lakukan tersebut membuat Anda jadi menunda-nunda tindakan untuk membuka usaha.

Nah, sebelum Anda membuka usaha, ada 3 hal penting yang harus Anda ketahui dalam menjalankan usaha. Kalau ke-3 hal ini Anda jalankan, mudah-mudahan risiko kegagalan dalam usaha Anda lebih bisa ditekan. Bukankah itu yang kita semua inginkan?

Kreatif Mencari Sumber Modal
Apakah Anda kesulitan mencari modal usaha? Apakah Anda terlalu berat untuk membayar bunga kredit usaha di bank? Bila kedua jawabannya tersebut adalah ya, maka mungkin Anda perlu mencari alternatif sumber modal yang lebih murah. Caranya? Antara lain mungkin dengan mengajak sahabat atau saudara Anda untuk menanamkan modalnya pada usaha Anda, atau malah Anda berdua atau bertiga malah bisa membuka usaha tersebut secara patungan dan menjalankannya bersama-sama.
Alternatif lainnya, cobalah meminjamkan uang dari kerabat dekat atau sahabat terdekat. Karena umumnya mereka telah mengenal Anda dan memahami tujuan Anda untuk membuka usaha. Maka bisa jadi mereka rela memberikan pinjaman uang dengan bunga di bawah bunga bank atau malah tanpa bunga.

Tapi ingat, meski saudara, yang namanya meminjam sesuatu tetap harus dikembalikan, termasuk meminjam uang. Jangan sampai malah hubungan Anda dengan kerabat atau sahabat jadi rusak nantinya gara-gara masalah uang.

Lokasi dan SDM
Lokasi adalah salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam membuka usaha. Ada usaha yang cocok didirikan di suatu lokasi, tapi enggak cocok di tempat lain. Usaha warnet dan fotokopi mungkin sesuai untuk lingkungan di sekitar kampus, tapi membuka toko kelontong mungkin akan lebih cocok untuk daerah pemukiman. Karenanya, lakukan survei untuk mencari tempat yang sesuai bagi usaha Anda. Amati kondisi pasarnya, potensi permintaannya, dan jangan lupa cari juga informasi tentang bagaimana prospek perkembangan daerah itu ke depannya, karena hal ini bisa sangat mempengaruhi usaha Anda.
Faktor lain adalah sumber daya manusia (SDM). SDM menjadi sangat penting karena hal inilah yang akan menggerakkan usaha Anda sehari-hari nantinya. Bila Anda memulai usaha ini sendirian mungkin enggak akan terlalu jadi masalah. Tapi, kalau Anda merekrut pegawai dalam usaha Anda, maka Anda harus memperhatikan masalah kepribadian dan kemampuannya. Kalau pegawai Anda akan berhadapan langsung dengan pelanggan Anda, pilihlah orang yang sopan dan ramah. Seorang klien saya misalnya, mempunyai sebuah usaha toko kelontong. Ketika dia menjaga sendiri tokonya, pelanggannya sangat banyak. Tapi, ketika pegawainya yang disuruh menjaga toko, pelanggannya mulai berkurang. Usut punya usut, setelah ditanyakan pada para pelanggan, rata-rata dari mereka menjawab bahwa pegawai tersebut tidak ramah dalam melayani sehingga para pelanggan menjadi enggan untuk datang ke toko itu. Tentunya Anda tidak mau hal ini terjadi pada usaha Anda kan?

Promosi
Segi promosi seringkali dilupakan oleh mereka yang sedang membuka usaha, atau tak jarang, kegiatan promosi dihilangkan ketika kegiatan usaha sedang lesu. Alasannya, tidak ada dana. Padahal, promosi usaha apa pun bentuknya hendaknya jangan sampai berhenti dalam waktu lama.
Bila promosi berhenti untuk waktu yang lama, orang bisa lupa pada usaha Anda. Tapi kalau Anda selalu melakukan promosi secara rutin, orang akan selalu teringat pada usaha Anda. Promosi yang kontinyu akan selalu berdampak baik pada usaha Anda. Bila kelesuan usaha menimpa secara keseluruhan pada Anda dan pesaing Anda, tetaplah berpromosi. Mungkin Anda memang harus sedikit berkorban dulu, karena pemasukan minim sedangkan pengeluaran promosi terus ada. Tetapi, saya percaya bahwa bila kelesuan usaha ditentukan atas faktor kondisi ekonomi, maka suatu saat kondisinya akan pulih kembali.

Nah, saat kondisi mulai pulih, orang mulai membutuhkan kembali barang dan jasa Anda, saat itulah Anda akan menuai hasilnya. Orang akan membeli dari Anda, karena Andalah yang diingat karena Anda yang paling rajin berpromosi. Bayangkan bila Anda tidak berpromosi disaat kondisi buruk, bisa-bisa Anda malah dikira sudah bangkrut. Nah, bagaimana? Mudah-mudahan 3 hal tersebut di atas bisa membantu Anda dalam menyukseskan usaha Anda. Salam.

Memulai Usaha dari Rumah
Bila Anda tertarik membuka usaha, kenapa Anda tidak mencoba untuk menjalankannya dari rumah? Ya, memulai usaha dari rumah bisa sangat bermanfaat, tapi tentu saja hal ini harus disesuaikan dengan kondisi rumah Anda dan sifat dari usaha Anda. Tentu saja penilaian terbaik untuk dua hal ini adalah di tangan Anda sebagai sang calon wirausahawan. Bila keduanya tidak memungkinkan untuk memulai usaha dari rumah, jangan dipaksakan. Namun, bila usaha Anda memungkinkan untuk dijalankan dari rumah akan sangat bagus karena Anda akan mendapat berbagai manfaat.
Membuka usaha di rumah memungkinkan kita untuk meluangkan waktu untuk keluarga. Dengan memulai usaha dari rumah, kita bisa mempunyai waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga. Oleh karena itu, kalau Anda wanita, memulai usaha dari rumah sangat sesuai untuk Anda yang ingin tetap menunaikan kodrat kewanitaan Anda sebagai ratu rumah tangga sekaligus bisa bekerja untuk mendapatkan penghasilan. Memulai usaha dari rumah juga merupakan suatu penghematan yang cukup berarti, karena dengan memulai usaha di rumah, berarti Anda mengurangi kebutuhan biaya untuk menyewa atau membeli tempat usaha. Nah, kalau Anda ingin menjalankan usaha dari rumah, jangan lupa beritahukan dan jalin hubungan baik dengan tetangga dan aparat setempat. Ini penting untuk keamanan tempat usaha Anda, dan juga supaya warga sekitar tahu usaha Anda, siapa tahu mereka malah bisa jadi pelanggan Anda.

Kesalahan Umum Dalam Dunia Bisnis

“Mengapa ketika memulai bisnis seringkali dihadapkan pada banyak kendala, bahkan tidak sedikit yang gagal?”… ini adalah pertanyaan klasik yang kerap dilontarkan oleh entrepreneur. Pertanyaan ini juga biasanya menciutkan nyali para entrepreneur lain (pemula) yang akan mengawali ativitas bisnis.

Dari penelitian dan pengamatan yang saya lakukan, setidaknya ada enam kesalahan utama dalam memulai bisnis.

“Mengapa ketika memulai bisnis seringkali dihadapkan pada banyak kendala, bahkan tidak sedikit yang gagal?”… ini adalah pertanyaan klasik yang kerap dilontarkan oleh entrepreneur. Pertanyaan ini juga biasanya menciutkan nyali para entrepreneur lain (pemula) yang akan mengawali ativitas bisnis.

Dari penelitian dan pengamatan yang saya lakukan, setidaknya ada enam kesalahan utama dalam memulai bisnis.

TIDAK MEMILIKI BUSINESS PLAN
Ibarat perahu berlayar tanpa tujuan, tidak memperhitungkan kapasitas angkut, dan tidak mempersiapkan keperluan pelayaran, maka seperti itulah entrepreneur tanpa Business Plan. Fungsi utama Business Plan adalah sebagai pedoman dalam menjalankan aktivitas bisnis. Pedoman ini meliputi gambaran umum situasi bisnis, organisasi, core competency, tujuan – tujuan yang ingin dicapai, dan sejumlah rencana strategis maupun taktis beserta sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, Business Plan harus disusun secara komprehensif. Banyak entrepreneur yang menyusun Business Plan hanya untuk menarik minat investor atau meminjam modal semata, sementara saat menjalankan bisnis praktis Business Plan tidak digunakan lagi.

TERLALU OPTIMIS / PESIMIS
Adakalanya entrepreneur terlalu optimis memandang peluang usaha. Saking optimisnya, sampai – sampai lupa memperhitungkan resiko dan kendala yang akan dihadapi. Ketika resiko datang menghadang, mereka tidak punya strategi untuk mengantisipasinya, dan bisnis yang baru dimulaipun akhirnya berantakan. Tapi ada juga entrepreneur yang malah terlalu pesimis menilai peluang usaha. Biasanya hal ini disebabkan oleh faktor hitung – hitungan bisnis yang terlalu rigid, dan keengganan mengambil resiko sedikitpun. Sikap terlalu pesimis bisa menyebabkan entrepreneur tidak berani mulai, dan cepat putus asa bila menghadapi kegagalan.

“I AM THE COMPANY”
Dalam memulai bisnis, sebaiknya entrepreneur mempunyai partner. Partner ini dapat berperan sebagai investor atau sebatas ikut mengelola (managing partner). Dengan
adanya partner, setidaknya entrepreneur dapat berbagi peran dan tugas atau berdiskusi ketika harus mengambil keputusan strategis. Kesalahan entrepreneur yang fatal adalah berusaha mengerjakan segalanya sendiri, mulai dari menyusun Business Plan, mencari pinjaman modal, sampai menangani masalah pemasaran dan keuangan, atau yang lebih dikenal dengan istilah “I am the Company”. Memilih partner bisnis juga jangan asal – asalan, pilihlah partner yang memiliki ketertarikan pada kegiatan bisnis yang akan atau sedang digeluti. Dan yang paling penting, partner juga harus menjadi kekuatan penyeimbang. Kalau seorang entrepreneur memiliki kekuatan dalam hal operasional, maka pilih partner yang memiliki kekuatan manajerial. Khusus dalam hal memilih partner investor, pilihlah investor aktif yang bersedia memberi masukan – masukan berarti untuk pengembangan bisnis. Walaupun share nya agak besar tetapi peran dan tanggungjawabnya pun sepadan.

BERORIENTASI PADA UANG
Berbisnis tidak semata – mata untuk uang, dan tidak perlu dimulai dengan modal uang. Modal terbesar yang harus dimiliki oleh entrepreneur adalah Niat dan Kerja keras, yang berorientasi pada proses bukan hasil. Sering kita temui entrepreneur yang justru mengalami kesulitan setelah memperoleh pinjaman dana, bahkan ada yang rugi besar – besaran karena kemampuanya mengelola keuangan tidak teruji. Bisnis adalah sebuah “Masterpiece” yang tak ternilai, maka dari itu jangan coba – coba menghargainya hanya dengan uang.

SALAH MENGARTIKAN KEBEBASAN
Salah satu alasan mengapa seseorang menjadi entrepreneur adalah memiliki kebebasan, terutama kebebasan waktu dan kebebasan finansial. Bebas yang dimaksud berarti kita memiliki hak yang disertai kemampuan untuk mengelola waktu dan juga finansial. Kebebasan tersebut kerap disalah artikan dan tidak dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mencapai kinerja professional. Walhasil, kegagalanlah yang diperoleh kemudian.

MELIHAT KEATAS, BUKAN KEDEPAN
Kesalahan terakhir yang biasa dilakukan entrepreneur adalah terlalu banyak melihat keatas, alias terlalu banyak melihat figur – figur pengusaha sukses yang bergelimang kemewahan. Sementara Visi dan Misi bisnis yang berada didepan mata terabaikan. Dengan sikap seperti ini, tidak jarang entrepreneur malah menjadi plagiat yang mengcopy habis – habisan teknik dan style pengusaha sukses dalam menjalankan bisnis. Padahal teknik atau style tersebut belum tentu sesuai dengan visi, misi, dan tujuan yang ingin dicapai entrepreneur. Bahkan, mungkin tidak sesuai dengan kondisi si entrepreneur itu sendiri. Apalah artinya bisnis bila dikelola dengan basis kesuksesan
orang lain, bukan berbasis kompetensi sendiri. Yang lebih parah lagi kalau entrepreneur pemula meniru gaya hidup pengusaha sukses, padahal skala dan omzet bisnisnya belum seberapa. Sesekali bolehlah kita melihat keatas untuk memotivasi diri dan memetik hikmah, bukan untuk menduplikasi.

Nah, semoga hasil observasi kecil – kecilan ini bisa menjadi jawaban atas pertanyaan yang tercantum di awal tulisan. Sekaligus memberikan inspirasi bagi para entrepreneur (khususnya pemula) agar lebih smart dalam memulai kegiatan bisnis

Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:

1. Lakukan pengamatan dan pendalaman mengenai seluk-beluk bisnis tersebut.
Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha

Mewujudkan gagasan bisnis Setelah mendapatkan gagasan bisnis dan sebelum memulai bisnis, lakukan langkah sebagai berikut:

1. Lakukan pengamatan dan pendalaman mengenai seluk-beluk bisnis tersebut.
Sebelum mewujudkan gagasan bisnis, pelajari seluk-beluk bisnis tersebut, baik atau tidak? Bagaimana proses produksinya secara efisien? Dari mana kita membeli bahan bakunya? Siapa calon konsumen atau karakteristik pelanggan? Di mana kita akan memasarkan dan menjualnya? Bagaimana pola pemasaran dan penjualannya? Cara terbaik adalah mengamati pengusaha sukses yang bergerak di bidang yang sama. Bila bisnis kita benar-benar baru, paling tidak pelajari bagaimana para pengusaha yang sukses menjalankan bisnis mereka. Terakhir, kenali juga risikonya. Siapkah mental kita dengan risiko tersebut? Salah satu ciri calon pengusaha sukses adalah berani mengambil risiko sepanjang risiko itu sudah diperhitungkan. Berani mengambil risiko yang diperhitungkan merupakan kunci awal dalam dunia usaha.

2. Tes pasar.
Lakukan uji coba dengan cara tes pasar. Manfaat uji coba pasar adalah untuk mendapatkan umpan balik terhadap calon konsumen mengenai produk yang kita tawarkan. Misalnya kita membuat kue, sebelum dijual cobalah berikan secara gratis kepada tetangga dan lingkungan sekitar. Tentunya dalam jumlah yang terbatas yang sesuai dengan kemampuan kita. Mintalah pendapat dari tetangga atau lingkungan sekitar mengenai produk yang kita buat tersebut, enakkah, kurang manis atau bentuknya kurang menarik? Jadikan kritikan dan saran sebagai masukan berharga untuk melakukan perbaikan sedikit demi sedikit, sehingga produk kita benar-benar siap diluncurkan dengan skala yang lebih besar.

3. Susunlah rencana usaha.
Perencanaan ini bisa mencakup antara lain penetapan nama produk, packaging produk, proses produksi, jalur distribusi yang dipilih, modal tambahan yang diperlukan, orang-orang yang akan diajak bekerja sama, baik sebagai penanam modal, pegawai, ataupun penyalur produk. Juga pikirkan strategi pemasaran yang akan dijalankan misalnya dengan selebaran, brosur, katalog, melalui website, mailling list, atau iklan di media, organisasi sosial, dsb. Umumnya, dalam usaha kecil, lokasi usaha atau tempat pemasaran/outlet yang strategis menjadi salah satu kunci sukses usaha. Perlu kejelian dan keberanian tersendiri bagaimana mendapatkan tempat pemasaran yang strategis dengan modal terbatas. Cara paling mudah adalah bekerja sama dengan pemilik tempat melalui sistem bagi hasil atau bagi keuntungan.

4. Mulailah saat ini.
Sebuah gagasan bisnis akan tetap menjadi sebuah gagasan jika tidak ada tindakan untuk mewujudkannya. Dengan memulainya, kita bisa mendapatkan pengalaman dan pelajaran berharga yang bisa digunakan memperbaiki usaha secara sistematis. Jika mental telah siap, mulailah dari saat ini walau mungkin kita masih memiliki beberapa keterbatasan dan kendala yang ada.

5. Hadapi dan atasi hambatan atau kegagalan.
Berdasarkan pengalaman, mungkin tidak ada seorang pun wiraswasta yang berhasil tidak mengalami hambatan atau bahkan kegagalan dalam perjalanan bisnis mereka. Sebaiknya kita memiliki sikap positif, apa yang terjadi adalah yang terbaik buat kita. Mengapa? Karena, itu adalah janji Tuhan. Hambatan dan kegagalan merupakan sebuah pelajaran yang harus kita ambil hikmahnya. Tanpa kita sadari itu akan menguatkan dan mempertajam intuisi dan kemampuan kita dalam berwirausaha. Setiap usaha selalu akan mempunyai risiko dan bila itu sampai terjadi, bersiaplah, dan hadapilah dengan kepala dingin.



Jenis usaha yang cocok bagi pemodal kecil atau bahkan tanpa modal adalah:

1. Memasarkan produk atau jasa orang lain. Sebaiknya produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang atau produk spesifik yang langka namun sesungguhnya terdapat pasar yang cukup luas.

2. Bisnis makanan dan minuman seperti kue, roti, es juice, bakso, mi ayam, dan lain sebagainya bisa dicoba.

3. Bisnis kerajinan seperti barang suvenir, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain

4. Jasa seperti potong rambut, usaha jahit, obras, konsultan, pengurusan surat-surat.


Jangan berkecil hati jika memulai bisnis dengan modal kecil atau bahkan tanpa modal. Selalu ada jalan lain menuju Roma, begitu kata sebuah pepatah. Sepanjang kita mau berusaha, dengan izin Tuhan, yakinlah bahwa usaha kita akan menjadi kenyataan


Rahasia Memulai Usaha

Menurut Tyas S.Soekarsono, ketua Jaringan Pengusaha Muslaim Indonesia, ada dua hal yang mendorong seseorang untuk membuka usaha:

1. Keinginan dari dalam hatinya
2. Karena kepepet kebutuhan untuk survival


Menurut Tyas S.Soekarsono, ketua Jaringan Pengusaha Muslaim Indonesia, ada dua hal yang mendorong seseorang untuk membuka usaha:

1. Keinginan dari dalam hatinya
2. Karena kepepet kebutuhan untuk survival


Ada pun beberapa hal yang harus diperhatikan :

1. Pertimbangkan produknya itu sendiri, mau menjual atau memproduksi dan anda harus mengetahui betul spesifikasi teknis dari produk yang akan anda jual dan produksi.
2. Usahakan dan pastikan bahwa produk yang akan anda produksi dan jual bisa laku dipasaran
3. Anda harus punya tim marketing yang handal
4. Anda harus serius dalam mnengelola yang akan berdampak pada kerja keras, kerja cerdas (bagaimana bisa berjalan dengan efisien dan efektif). Semua pekerjaan harus terstruktur dengan tujuan jelas agar seluruh kerja bisa di evaluasi.
5. Anda harus hindari rasa cepat puas dan Mudah putus asa karena keberhasilan dan kegagalan adalah proses belajar bagi anda, sehingga mental akan kuat.


Sedangkan menurut pendapat Ustad Iskan

1. Persiapkan mental anda untuk berjuang
2. Jangan berpikir segala-galanya sulit, peluang itu puluhan ribu.
3. Buka mata anda untuk memperluas wawasan pada kegiatan usaha yang ingin anda jalankan, kemudian sudah kalau sudah mantap baru menjalaninya.

ingin menampilkan 1200 X iklan anda dengan satu klik aja (Join Dibawah ini,Gratis Kok)

GrowUrl.com - growing your website

Blog Archive

Dapat Penghasilan Dari Ngeblog

Ingin Mendapatkan penghasilan Dari blog anda Klik Disini

Bagaimanakah tampilan blog ini ?

Toko Buku Murah


Masukkan Code ini K1-994CAE-A
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com

bisnisku duniaku

selamat datang di blog kami "bisnis duniaku"

Buku Tamu


ShoutMix chat widget

ID Yahoo

iklan hari ini

ayoo daftarkan segera, suah terbukti dan sangat direkomendasikan